
Shalat sunnah tarawih adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada setiap malam di sepanjang bulan Ramadlan.
Shalat ini dilaksanakan setelah shalat isya dengan jumlah rakaat sebanyak 20. Dan setiap 2 rakaat diselingi dengan salam.
Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani dari madzhab Syafi'i dalam kitab fiqih Nihayatu az-Zain mengatakan:
ولا ÙŠØµØ Ø£Ù† يصلي أربعا منها بسلام بل لا بد أن يكون كل ركعتين منها بسلام لأنها وردت كذلك
Artinya:
“Shalat tarawih tidak sah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua rakaat karena hadits menyatakan demikian,†(Lihat Syaikh Muhammad Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 112).
Adapun surat yang dibaca setelah pembacaan Surat Al-Fatihah bersifat sunnah. Mereka yang shalat sendiri dapat memilih surat mana saja yang mudah baginya untuk dibaca setelah Surat Al-Fatihah. Namun yang paling utama adalah dengan metode tajziyah atau selama tarawih satu malam menghatamkan 1 juz. Sehingga 1 bulan bisa menghatamkan seluruh surat dalam al-Qur'an.
Namun ada pula yang membiasakan membaca surat-surat pendek. Dimana setiap rakaat kedua mengulang-mengulang membaca surat al-Ikhlash, dan di rakaat pertamnya membaca surat al-Takatsur hingga surat al-Lahab.
Ini banyak dilakukan masyarakat muslim di mesir, dan termasuk dipakai juga oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
Meskipun membaca surat-surat pendek bukan yang utama, namun sisi positifnya adalah metode ini mampu menyesuaikam dengan kondisi jamaah yang cenderung tidak sanggup berlama-lama.
Sehingga bisa menghindarkan orang yang menjadi memilih tidak tarawih karena tidak sanggup berlama-lama.
Surat-Surat Pendek yang Dibaca dalam Shalat Tarawih
Adapun susunan surat-surat pendek yang dibaca dalam shalat tarawih adalah sebagai berikut:
Pada rakaat pertama membaca surat At Takatsur (التكاثر), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat kedua.
Pada rakaat ketiga membaca surat Al ‘Ashr (العصر), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat keempat.
Pada rakaat kelima membaca surat al-Humazah (الهمزة), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat keenam.
Pada rakaat ketujuh membaca surat al-Fill (الÙيل), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke delapan.
Pada rakaat ke sembilan membaca surat Quraish (قريش), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke ke sepuluh.
Pada rakaat ke sebelas membaca surat (الماعون), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke dua belas.
Pada rakaat ke tiga belas membaca surat al-Kautsar (الكوثر), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke empat belas.
Pada rakaat ke lima belas membaca surat al-Kafirun (Ø§Ù„ÙƒØ§ÙØ±ÙˆÙ†), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke enam belas.
Pada rakaat ke tujuh belas membaca surat an-Nashr (النصر), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke delapan belas.
Pada rakaat ke sembilan belas membaca surat al-Lahab (اللهب), kemudian dilanjut membaca surat al-Ikhlas (الاخلاص) di rakaat ke dua puluh.
Dikutip dari : https://www.santripedia.com/2020/03/tabel-surat-pendek-dibaca-dalam-tarawih.html
|
680x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...